Melanjutkan Langkah Hijau: Tahun Kedua Program TJSL PT PLN (Persero) dan Mitra Pembangunan Ketapang dalam Restorasi Mangrove dan Silvofishery di Desa Kuala Satong

Komitmen PT PLN (Persero) dalam mendukung pelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat terus diwujudkan melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Bersama Mitra Pembangunan Ketapang (MPK), PLN kembali melanjutkan program Restorasi Mangrove dan Silvofishery di Desa Kuala Satong yang kini memasuki tahun kedua pelaksanaannya.

Keberlanjutan program ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat Desa Kuala Satong. Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa program yang telah berjalan sejak tahun sebelumnya memberikan manfaat nyata serta menumbuhkan harapan bagi masyarakat untuk terus menjaga ekosistem pesisir sambil mengembangkan sumber mata pencaharian yang berkelanjutan.

sumber: dokumentasi MPK

Pelaksanaan pada tahun kedua tidak hanya berfokus pada kegiatan lanjutan, tetapi juga menjadi momentum untuk menilai hasil, dampak, serta melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program pada tahun pertama. Berbagai pengalaman yang diperoleh menjadi bahan pembelajaran dalam menyusun langkah-langkah yang lebih efektif agar manfaat program dapat dirasakan secara lebih optimal.

Pada tahun pertama, program difokuskan pada penyediaan bibit ikan bandeng, bibit kepiting, serta penanaman 8.000 bibit mangrove jenis Rhizophora sp. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pembesaran ikan bandeng dan pembibitan mangrove memberikan hasil yang baik dengan tingkat keberhasilan yang cukup tinggi. Sementara itu, budidaya kepiting belum mencapai hasil yang diharapkan karena dipengaruhi oleh kondisi pasang surut air laut yang menjadi tantangan utama selama proses pemeliharaan. Temuan tersebut menjadi dasar dalam menentukan strategi pelaksanaan program pada tahun kedua.

Sebagai tindak lanjut, kegiatan tahun kedua diawali dengan sosialisasi yang melibatkan PT PLN (Persero), Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Ketapang (DKPP), Mitra Pembangunan Ketapang (MPK), serta masyarakat Desa Kuala Satong. Kegiatan ini menjadi wadah untuk menyampaikan hasil evaluasi, memperkuat koordinasi antar pihak, serta menyamakan pemahaman mengenai rencana pelaksanaan program ke depan.

Selanjutnya, program kembali melaksanakan pembibitan mangrove sebanyak 4.000 bibit jenis Rhizophora sp. sebagai upaya memperluas kawasan rehabilitasi mangrove dan menjaga fungsi ekologis pesisir. Selain itu, akan menyediakan 15.000 bibit ikan bandeng dan 1.000 bibit ikan kakap putih sebagai bentuk keberlanjutan pengembangan sistem silvofishery yang mengintegrasikan pelestarian mangrove dengan kegiatan perikanan budidaya.

Salah satu capaian yang membanggakan pada tahun kedua adalah terlaksananya pemanenan ikan bandeng yang merupakan hasil dari penebaran bibit pada tahun pertama. Momen panen ini menjadi bukti bahwa pendekatan silvofishery mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat tanpa mengesampingkan upaya menjaga kelestarian lingkungan. Keberhasilan tersebut juga menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus berpartisipasi dalam pengelolaan kawasan pesisir secara berkelanjutan.

Melalui kolaborasi yang terus terjalin antara PT PLN (Persero), Mitra Pembangunan Ketapang (MPK), DKPP, pemerintah desa, dan masyarakat, Program Restorasi Mangrove dan Silvofishery di Desa Kuala Satong diharapkan dapat terus berkembang sebagai contoh pengelolaan ekosistem pesisir yang mampu menyeimbangkan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi. Dengan semangat kebersamaan dan perbaikan yang berkelanjutan, program ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat saat ini, tetapi juga menjadi warisan lingkungan yang lestari bagi generasi mendatang.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *